Humility// Merendah Diri
Saya tidak tahu betapa bangga saya. Saya kini boleh berdoa hanya, Tuhan menjaga keamanan, Holy Spirit be upon the very weak me dan membantu saya untuk merendah diri. Seperti Yesus, beliau seperti buah padi makin berisi makin rendah. Wow perkataan itu merendah. The actual bending/bowing down. Betul, biarlah saya merendah diri. To forget myself, this broken weak self. I need to admit that there was a lot of self involved. Pride- my greatest enemy how I hate it to its very core. Collateral beauty- in a sense saya mesti terima kasih kepada Tuhan kerana melalui situasi ini saya boleh memeriksa diri saya. Dan boleh merasa bagaimana kawan-kawan saya berasa tentang semua ini. Thank God that He has shown me how indeed all my good works are like filthy rags. I have been reflecting: Saya berjalan di sini, di situ- tetapi have I been running well? I can only give all praise to Abba who has taken these filthy rags by His grace, for His glory. Tengah hari ini tidak senang- bapa saudara imply...